BKCU Forum Untuk Memastikan Tata Kelola Credit Union



Puskopdit BKCU Kalimantan mempunyai misi untuk “memastikan keberlanjutan gerakam CU melalui tata kelola CU yang sehat dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas anggota”. Untuk itulah, sejumlah aktivitas secara khusus dirancang agar tata kelola credit union berbasis ACCESS dipastikan dilaksanakan di empat puluh tiga CU anggota.

Ada empat kegiatan yang berturut-turut teah dilaksanakan untuk memastikan tata kelola tersebut. Yakni Monev BKCUK, review hasil SP Puskopdit BKCU Kalimantan, workshop tata kelola dan BKCUK Forum.



Menurut Edi Petebang, Ketua Puskopdit BKCU Kalimantan dalam sambutannya pada pembukaan BBCU Forum di Batam,  BKCU Forum merupakan wadah untuk menguatkan dan saling belajar dari pengalaman nyata (best practice) CU-CU dalam mengelola CU dalam menerapkan tata kelola CU berbasis Acess branding. “Mari gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk saling belajar agar CU-CU dalam jaringan Puskopdit BKCU Kalimantan menjadi CU yang sehat dan berkelanjutan,”ujarnya.

 

Review SP

Dalam workshop review hasil SP, disepakati perubahan misi Puskopdit BKCUK menjadi “memastikan keberlanjutan gerakan CU melalui tata kelola CU yang sehat dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas anggota”. Juga disepakati agar Pengurus/Pengawas CU/BKCUK yang menjadi caleg, cakada non aktif sejak ditetapkan sampai hari pemilihan. Manajemen dalam gerakan Puskopdit BKCU Kalimantan yang akan dan atau di lembaga lain dan aktivitas politik agar diberhentikan sebagai manajemen.

 


Tata Kelola

Dalam workshop tata kelola berbasis ACCESS disepakati beberapa poin penting terkait empat aspek dalam credit union. Yakni perspektif keuangan, perspektif bisnis internal, perspektif kepuasan anggota, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.

Dalam perspektif keuangan disepakati antara lain: (1). setiap TP wajib mengupayakan tercapainya indikator PEARLS ideal; (2).Berkomitmen meningkatkan modal lembaga mencapai minimal 10%; (3). CU wajib melakukan penyehatan keuangannya.

Dalam perspektif kepuasan anggota, disepakati: (1). produk dan pelayanan untuk meningkatkan taraf hidup anggota; (2). pptimalisasi produk berpasangan (3). pinjaman 60 bulan keatas maksimal 30% dari total piutang; (4). semua Rekening Bank dan aset CU harus atas nama Lembaga; (5). perencanaan Bisnis yang dilakukan di CU Primer harus berbasis ACCESS.

Pada aspek perspektif bisnis internal disepakati antara lain (1). pengurus wajib melaksanakan bisnis internal: Lokakarya Anggota, Pra SP/BP, SP, BP, Raker, OD dan Monev; (2). tata kelola harus bebas dari konflik kepentingan pribadi; (3). rasio produktivitas staf minimal 1:350 anggota; (4). melakukan manajemen teritori secara bertahap.

Pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran disepakati antara lain (1). bahwa Pengurus, Pengawas CU pusat pengambilan keputusan, maka harus kompeten, bijaksana; pengurus, pengawas wajib ikut Bimtek, pembekalan, Diklat2; (2). pelatihan wajib calon Pengurus-Pengawas: Pendalaman Nilai CU & FL; (3). pelatihan wajib Pengurus-Pengawas adalah MYFO, CUDCC, CUSCC, CULLOC, Akuntansi CU, CU 3 in 1; (4). CU wajib melakukan penilaian kinerja pengurus, pengawas dan manajemen; (5). Pengurus wajib memimpin SP, BP, MONEV dan OD; (6). Pengurus dan pengawas yang tidak aktif tiga bulan berturut agar mundur; (7). komposisi Pengurus memerhatikan keseimbangan (profesi, gender, keahlian).


BKCU Forum

BKCKU Forum dilaksanakan di tiga wilayah, yakni di Batam untuk CU-CU di wilayah Barat (20-22 Agustus); di Wetebula, Sumba untuk CU di wilayah Timur (24-26 Agustus) dan di Palangka Raya untuk CU di wilayah Tengah (28-30 Agustus). Di masing-masing Forum tersebut disepakati sejumlah point yang intinya untuk memastikan bahwa CU-CU anggota Puskopdit BKCU Kalimantan melaksanakan tata kelola CU berbasis ACCESS.

Forum juga menyepakati bahwa Pengurus CU wajib menindaklanjuti hasil keputusan kegiatan yang diselenggarakan Puskopdit BKCU Kalimantan, seperti workshop tata kelola, BKCU Forum, revie SP dalam aturan/kebijakan internal CU nya. “Mohon agar kesepakatan-kesepakatan bersama gerakan ini ditindaklanjuti di CU primer dalam MO dan kebijakan lainnya untuk memastikan CU kita sehat dan berkelanjutan,’harap Edi dalam sambutan penutupnya pada BKCU Forum di Palangka Raya.

BKCU Forum tahun 2019 untuk  wilayah Barat akan dilaksanakan di Jakarta (CUBG); di Palu (CU Mosinggani) untuk wilayah Timur dan di Sendawar, Kutai Barat (CUSNO) untuk wilayah Tengah.

Tidak ada coba-coba dalam tata kelola CU. Mari kita konsisten menjalankan tata kelola berbasis ACCESS. Niscaya CU kita akan sehat, kuat dan berkelanjutan.***


Share This Post: