Mari Wujudnyatakan Tritunggal Credit Union



Menutup tahun buku 2017, semua koperasi wajib melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT). Kewajiban tersebut diatur dalam Pasal 5 Permenkop UKM RI Nomor 19/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Penyelenggaraan Rapat Anggota Koperasi. Credit union primer anggota Puskopdit BKCUK juga wajib melaksanakan RAT Tahun Buku 2017.

Dalam berbagai kesempatan memberikan sambutan pada pelaksanaan RAT, Ketua Pengurus Puskopdit BKCU Kalimantan Marselus Sunardi mengingatkan bahwa seiring bertambahnya usia Credit Union kita yang bertumbuh dalam lingkungan eksternal yang kian menantang, maka wajib hukumnya seluruh aktivis CU untuk terlibat dalam memastikan Credit Union kita menjadi lembaga yang aman, sehat, terpercaya, dan berkelanjutan. Setiap Credit Union harus menggerakan dan menghidupi "Credit Union three in one", yaitu members (para anggota), leaders (Pengurus, Pengawas, Manajemen), dan volunteers (para relawan, aktivis).

"Kita bukan CU jika hanya satu atau dua komponen saja yang bergerak dan terlibat. Semangat tiga dalam satu, "tritunggal" tersebut (members, leaders, volunteers) harus dihayati oleh setiap insan CU untuk berpartisipasi secara utuh dalam pengembangan CU. Untuk mencapai CU yang aman, sehat, terpercaya, dan berkelanjutan maka harus melaksanakan 3 in 1, pelibatan 3 unsur secara bersinergi. Ingat Credit Union adalah KITA! Credit Union ini adalah dari kita, oleh kita, untuk kita, dan milik kita.

Mari kita bekerja bersama untuk kebaikan bersama secara berkelanjutan,"jelasnya. Sunardi juga mewati-wanti bahwa di samping sejumlah prestasi dan kisah sukses, aktivis CU masih terus berjuang mewujudkan kualitas aset-aset kita. Credit Union kita masih terbelit oleh permasalahan kredit lalai yang relatif tinggi, pinjaman beredar yang cenderung menurun, rendahnya partisipasi para anggota; sehingga pendapatan usaha belum mampu menutupi beban usaha.

Bersyukur bahwa beberapa CU masih dapat menutupi beban usahanya dengan pendapatan non usaha. Dampak langsung dari ini semua adalah sulitnya CU menyisihkan modal lembaga pada rasio yang standar. Untuk fakta-fakta ini, CU harus serius berbenah, harus fokus agar CU-CU dalam gerakan Puskopdit BKCU Kalimantan menjadi CU yang sehat, aman, terpercaya, dan berkelanjutan. Karena itu tahun buku 2018, kita canangkan sebagai Tahun Tata Kelola.

Tidak ada gunanya aset besar atau anggota banyak tetapi tidak sehat tata kelolanya. "Saya ingin CU dikelola dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab sebab CU sudah menjadi hajat hidup banyak orang. Tata Kelola CU kita memperhatikan keterlibatan dan sinergisitas antara leaders (pengurus, pengawas, komite, dan manajemen), members (para anggota), dan volunteers (para aktivis, suka relawan).

Puskopdit BKCU Kalimantan akan selalu mendampingi dan memperkuat CU-CU anggotanya agar menjadi CU yang sehat, aman, terpercaya dan berkelanjutan. Puskopdit BKCU Kalimantan akan selalu memastikan bahwa best practices yang Anda lakukan adalah Credit Union sejati, bukan sekedar mirip Credit Union.

Tanggung jawab kita bersama untuk melaksanakan tata kelola CU yang baik (good governance). Buat berbagai praktik tata kelola; tidak ada kata coba-coba. Semua harus terkendali dalam sistem yang terintegrasi dan dijalankan oleh SDM yang tepat,"papar Sunardi. Masih yang terbesar Pada akhir tahun buku 2017, Puskopdit BKCU Kalimantan masih merupakan Puskopdit terbesar di Indonesia, menurut jumlah aset (Rp.6.390.517.528.018,84) dan jumlah anggota ( 454.566 orang).

"Kita sangat bangga, karena salah satu CU anggota Puskopdit BKCU Kalimantan, yaitu CU Sauan Sibarrung, Toraja telah berhasil meraih sertifikasi ACCESS Branding dari ACCU. CU Sauan Sibarrung merupakan CU di Indonesia yang pertama yang meraih prestasi internasional ini. Semoga akan menyusul CU-CU lain yang mendapat sertifikat ACCESS Branding,"harapnya Sunardi.

Sebagai anggota dan aktivis CU, tentu tugas kita untuk menjaga credit union kita agar dijalankan sesuai tata kelola CU sehingga CU selalu Sehat, berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup anggotanya.*

Share This Post: