The first from Indonesia! CU Sauan Sibarrung menerima Akreditasi ACCESS BRANDING



CU Sauan Sibarrung akhirnya menerima plakat sertifikasi akreditasi Access Branding dari ACCU (Asian Confederation of Credit Union), Rabu, 20 September 2017, pada acara forum CU se-Asia yang dihelat di Colombo, Sri Lanka. Plakat ini disampaikan langsung oleh Presiden ACCU Chul-Sang Moon, Ph.D dan CEO ACCU Elenita V. San Roque kepada Ketua Pengurus CUSS P. Fredy Rante Taruk, Pr, dan GM Yulianus Bottong, S.Kom.


Beberapa Credit Union juga menerima plakat sertifikasi. Tercatat ada 19 CU dari Nepal dan 2 dari Filipina. CU Sauan Sibarrung dinyatakan sebagai “The First Credit Union to be branded from Indonesia”. Akhirnya, Cita-cita CU Sauan Sibarrung sejak tahun 2012 yang tertuang dalam Perencanaan Strategis CUSS 2012-2017, tercapai!Sertifikasi Access Branding sebenarnya sudah sejak tahun 2005 disosialisasikan oleh ACCU di Indonesia, baik kepada CU/Koperasi Kredit Primer maupun kepada gerakan kopdit Sekunder. Namun dengan berbagai masalah dan kendala, beberapa koperasi kredit yang didampingi oleh Induk Koperasi Kredit Indonesia, belum dapat mengajukan diri untuk diperiksa.


Access Branding senyatanya adalah tools penilaian (audit) yang diterbitkan oleh ACCU dan digunakan untuk standarisasi pelayanan dan kesehatan CU.

Dan Branding ini adalah strategi keberhasilan pertumbuhan Credit Union. Brand tidak hanya sekedar simbol bagi keberadaan lembaga, namun jauh lebih luas itu. 

Brand adalah reputasi gerakan sebuah credit union di dunia usaha. Apa yang sesungguhnya diberikan oleh branding adalah visi, tawaran, dan reputasi Credit Union itu sendiri, di mana branding bertindak sebagai ekspresi kolektif dari nilai-nilai Credit Union di tingkat nasional dan ekspresi lokal yang berkemampuan nasional.  Branding juga akan mengkomunikasikan kemampuan credit union kepada masyarakat luas.


Access merupakan singkatan dari A-1 Competitive Choice for Excellence in Service and Soundness (Pilihan kompetitif A-1 untuk pelayanan dan kesehatan yang prima). 

Tools ini mengukur empat perspektif pelayanan dan kesehatan CU, yakni:1) Perspektif Keuangan (Return On Equity), 2) Perspektif Anggota – Konsumen (Product & Services), 3) Perspektif Bisnis Internal (System), dan 4)Perspektif Pembelajaran & Pertumbuhan (Peoples). 


Keempat perspektif tersebut kemudian di-break down ke dalam 86 indikator penilaian dengan bobot penilaian tertentu.

Kesadaran ini tumbuh dan berkembang sejalan dengan komitmen pengurus menjadikannya sebagai tujuan strategis CUSS tahun buku 2012-2017. Sepanjang lima tahun terakhir inilah CUSS memaksimalkan sumber daya untuk tujuan krusial ini.

Dan pada awal tahun 2016, tepatnya pada 28 Januari 2016 Inkopdit Indonesia mengutus Bpk. Stephanus T. Siagian hadir mendampingi CUSS secara serius.


Beliau melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan bahwa CUSS layak mengajukan diri dan berproses menuju akreditasi. Selain Inkopdit, BKCU Kalimantan, sebagai jaringan Koperasi Sekunder, juga proaktif mendampingi persiapan CUSS sepanjang tahun 2016. Hingga pada akhirnya, Inkopdit Indonesia melakukan audit final pada 16-18 Maret 2017.

Hasil audit Inkopdit Indonesia ini kemudian diteruskan ke ACCU Bangkok, sebagai dasar proses audit selanjutnya oleh ACCU. Persiapan yang serius sepanjang tahun 2016, telah menampakkan hasil yang tidak mengecewakan bagi CUSS.

Ini terbukti ketika ACCU melakukan audit pada Mei 2017, yang dilakukan sendiri oleh CEO ACCU Elenita V. San Roque bersama Ranjith Hettiarachchi, Chief Technical Officer  ACCU.

Hasilnya: CUSS memastikan plakat BRONZE.



Share This Post: