Pengumuman:
#YukDirumahSaja, mari kita waspada Covid-19 dengan menjaga kebersihan dan melakukan social distancing.
Solusi Cerdas Terpercaya

Berita Internasional

The Economy of Fransesco: Ajakan Paus untuk membangun model ekonomi humanis

The Economy of Fransesco: Ajakan Paus untuk membangun model ekonomi humanis

Pada tanggal 19-21 November 2020, 115 orang muda perwakilan dari 20 negara Eropa, Asia dan Amerika, dengan berpusat di Assisi berdiskusi mencoba berkomitmen untuk membangun narasi model pembangunan ekonomi yang manusiawi. Acara tersebut menanggapi panggilan Paus Fransiskus melalui surat yang dikeluarkan pada 1 Maret 2019. Paus Fransiskus meminta para ekonom, pendidik, pengusaha dan pembuat perubahan di bawah 35 tahun untuk melakukan refleksi menjelang pertemuan bertajuk "Economy of Fransesco" (EoF), yang dijadwalkan berlangsung di Assisi pada 26-28 Maret 2020. Namun karena pandemi, acara ditunda hingga November 2020, dan dilakukan melalui streaming. 

Mengapa orang muda? Orang muda adalah pemilik masa kini, bahkan dikatakannya sebagai now of God, demikian Paus dalam Christus Vivit, dalam masa kini yang melangkah ke masa depan. Kaum muda diminta untuk mendukung Paus, Gereja dan seluruh dunia untuk membangkitkan ekonomi yang lebih baik, yang inklusif, berkelanjutan dan yang membantu semua orang hidup bersama di dunia, sebagai rumah bersama.

Sejak anjuran apostolik Evangelii Gaudium, Paus Fransiskus memang telah mengeluarkan kritik atas kondisi ekonomi yang berlaku saat ini. Di dalamnya secara tegas Paus mengatakan “tidak“ kepada ekonomi yang eksklusif dan juga “tidak” kepada sistem keuangan yang menguasai bukan melayani. Dalam Surat Ensiklik Laudato si ', Paus juga menngingatkan bahwa segala sesuatu berhubungan erat dan bahwa Bumi adalah "rumah bersama" kita, dan oleh karena itu melancarkan seruan untuk mempertahankannya dan seluruh umat manusia yang mendiami Bumi.

Kate Raworth, seorang ekonom di Environmental Change Institute, Universitas Oxford, menjelaskan model ekonomi "donat" dalam memajukan kebutuhan esensial manusia tanpa melampaui batas-batas sumber daya planet ini. (screenshoot)

Dia memperingatkan kita agar tidak mengeksploitasi sumber daya secara sembarangan dan kebijakan berpandangan pendek yang mengarah pada kesuksesan langsung tanpa prospek untuk jangka panjang. Di luar itu dalam berbagai pesannya, Paus menyerukan model ekonomi yang diarahkan pada martabat dan kesejahteraan umat manusia dan ciptaan, dan bukan hanya keuntungan, ekonomi yang memberi kehidupan danbukannya membunuh, melibatkan dan bukan menyingkirkannya,memanusiawikan dan bukan merendahkan,peduli pada lingkungan dan bukan merusaknya. 

Acara EoF yang dilakukan secara online tersebut  mencakup 27 webinar di 12 bidang: pekerjaan dan perawatan, manajemen dan pemberian, keuangan dan kemanusiaan, pertanian dan keadilan, energi dan kemiskinan, keuntungan dan panggilan, kebijakan dan kebahagiaan, ketidaksetaraan CO2, bisnis dan perdamaian, perempuan dan ekonomi, bisnis di transisi, kehidupan dan gaya hidup. Hadir sebagai pemateri termasuk Jeffrey Sacks, direktur Pusat Pembangunan Berkelanjutan di Universitas Columbia, dan "bankir orang miskin", peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, pendiri Bank Grameen di Bangladesh, yang memberikan kredit mikro kepada orang miskin untuk memulai bisnis mereka sendiri .

Paus Fransiskus juga berbicara kepada para peserta dalam pesan video saat  menutup pertemuan dengan memberikan beberapa pesan. “Kita membutuhkan perubahan, kita menginginkan perubahan dan kita mencari perubahan. "Dia menekankan" kebutuhan mendesak akan narasi ekonomi yang berbeda "dan mendesak kaum muda yang memiliki keyakinan yang sama untuk" menyingsingkan lengan baju "dan memimpin.

 "Parahnya situasi saat ini, yang semakin terbukti dengan pandemi COVID, menuntut agar semua aktor sosial mengambil sikap yang bertanggung jawab, kita semua, dengan diri Anda sendiri di garis depan," kata Paus. Dia melanjutkan, "Waktunya telah tiba untuk mengambil tantangan dalam mempromosikan dan mendorong model pembangunan, kemajuan dan keberlanjutan orang-orang, terutama yang tersisih (termasuk saudara kita Bumi). 

Dia menyebut sistem saat ini tidak seimbang secara struktural dan mengatakan tidaklah cukup untuk meningkatkandana umum kesejahteraan dan kemudian membagi-bagikannyadengan lebih adil.Sebaliknya, ada kebutuhan "memulihkan perasaan akan kebaikan bersama," kata Paus; kaum miskin membutuhkan lebih dari sekedar kesejahteraan sosial tetapi sebuah tempat duduk di meja dalam mengembangkan model ekonomi baru yang menguntungkan semua.

Pada kesimpulannya, para peserta mengeluarkan 12 poin tindakan untuk memandu penghidupan kembali ekonomi global. 12 poin tersebut mencerminkan 12 topik utama yang dibahas, seperti keuangan dan kemanusiaan, energi dan kemiskinan, serta pekerjaan dan keadilan.

 Yang paling atas dari daftar: Kekuatan dunia yang besar dan lembaga ekonomi dan keuangan yang besar memperlambat perlombaan mereka untuk membiarkan Bumi bernafas. COVID telah membuat kita semua melambat, tanpa memilih untuk melakukannya. Ketika COVID berakhir, kita harus memilih untuk memperlambat perlombaan tak terkendali yang mencekik bumi dan orang-orang terlemah yang hidup di bumi; poin aksi lainnya termasuk:

  1. Berbagi teknologi canggih untuk membantu negara berpenghasilan rendah mengembangkan sumber energi dan ekonomi dengan cara berkelanjutan yang tidak berkontribusi pada pemanasan global;
  2. Ideologi ekonomi tidak boleh lagi digunakan untuk menyinggung dan menolak semua jenis orang miskin, orang sakit, minoritas dan tidak beruntung
  3. Menempatkan pengurusan barang-barang bersama, termasuk atmosfer dan ekosistem, di pusat agenda pemerintahan dan akademis;
  4. Menghormati hak atas pekerjaan yang layak untuk semua;
  5. Segera menghapus surga pajak di seluruh dunia;
  6. Memberikan pendidikan berkualitas dan kesempatan kerja yang setara bagi perempuan;
  7. Perusahaan dan bank, terutama yang besar dan mengglobal, memperkenalkan komite etika independen dalam tata kelola mereka dengan hak veto terhadap lingkungan, keadilan, dan dampaknya pada yang paling miskin
  8. Lembaga nasional dan internasional memberikan hadiah untuk mendukung wirausahawan inovatif dalam konteks lingkungan, sosial, spiritual

Meskipun beberapa orang mungkin menganggap ini sebagai hal "utopis," para peserta berkomitmen untuk menjalani tahun-tahun terbaik dari energi dan kecerdasan mereka sehingga EoF dapat semakin membawa garam dan ragi bagi perekonomian semua orang. 

Kiranya pertemuan dan seruanini perlu ditanggapi dan ditindaklanjuti dalam gerakan CU di Indonesia khususnya BKCU Kalimantan.  Hasil pertemuan ini tentunya bukan hanya semakin meneguhkan gerakan CU tetapi juga mendorong untuk semakin berkomitmen dalam membangun tata ekonomi yang lebih adil khususnya bagi kelompok marginal melalui kegiatan pemberdayaan, yang menjadikan mereka sebagai “subyek” bukan sekedar obyek; yang menjaga keutuhan ciptaan dan tentunya dengan melibatkan orangmuda, agar dunia kehidupan kini dan di masa depan semakin terbangun lebih baik

 

Elisabeth Suprihayanti

Peneliti dan pengajar di Universitas Katolik Widya Mandala-Surabaya

Relawan Credit Union Prima Danarta-Surabaya 

 

Video Economy of fransesco dapat dilihat pada link https://www.youtube.com/results?search_query=economy+of+fransesco

Share this Post:
Ditulis oleh Erowin
General Manager Puskopdit BKCU Kalimantan

Artikel Terkait: