Pengumuman:
#YukDirumahSaja, mari kita waspada Covid-19 dengan menjaga kebersihan dan melakukan social distancing.
Solusi Cerdas Terpercaya

Berita BKCU

BKCU Kalimantan mengadakan Lokakarya Community Development

BKCU Kalimantan mengadakan Lokakarya Community Development

Apakah Credit Union anda sudah menjadi Credit Union Sejati?

Pertanyaan yang cukup menyentil  ini diajukan oleh Romo Fredy selaku fasilitator  kepada peserta Lokakarya Community Development belum lama ini di Hotel Sahid Tana Toraja, 11 - 15 Agustus 2014. Menurut Romo Fredy, Misi Credit Union pada umumnya sama yaitu sebagai sebuah gerakan universal yang hadir sebagai sarana untuk memperbaiki kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Maka sebenarnya indikator keberhasilan CU adalah banyaknya jumlah anggota masyarakat yang meningkat kehidupannya (secara integral : fisik, moral dan spiritual) setelah bergabung dengan salah satu CU.

Dalam Lokakarya yang diikut oleh 66 orang wakil dari 13 Credit Union anggota BKCU Kalimantan tersebut Romo Fredy mengajak peserta  untuk merefleksikan  kembali  dan bertanya kepada diri sendiri/CU masing-masing, apakah cita-cita yang diamanatkan oleh F.W. Raiffiesen sudah berhasil kita lakukan? Atau malah sebaliknya kita hanya asyik mengukur keberhasilan kinerja aspek keuangan namun lupa mengukur sebenarnya berapa banyak anggota yang telah sejahtera karena CU.  Pertanyaan penting adalah apakah betul CU merupakan solusi masalah  kehidupan yang dihadapi oleh anggota?.

Romo Freddy  menegaskan jika Tujuan luhur yang diamanatkan Raiffaisen belum dilaksanakan maka sudah jelaslah bahwa sebenarnya CU kita belumlah benar-benar menjadi "The Real Credit Union".

The real Credit Union  adalah 100% bicara mengenai  pemberdayaan. How to improve the socio-economic lives of people?

Masih segar dalam ingatan kita bahwa beberapa CU  termasuk CU besar di  beberapa tempat mengalami kolaps atau kebangkrutan, terus kita bertanya-tanya, apa yang salah? Romo Fredy mengaku "galau" melihat beberapa fenomena yang berkembang di dalam gerakan Credit Union BKCU Kalimantan yang saat ini lebih fokus pada aspek financial belaka. Menurutnya kita semua mesti waspada terhadap ancaman CU dewasa ini.

Berangkat dari kegalauan ini, maka Romo Fredy mencoba menularkan issu baru bagi Gerakan BKCU Kalimantan. CU harus menjadi lembaga pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat, begitu mimpi besarnya. Untuk segera mewujudkan mimpi besarnya maka terlahirlah Lokakarya ( yang semula dimaksudkan pelatihan) Community Development ini.

Apa itu Community Development dan seberapa urgent Community Development harus segera dilakukan di Credit Union? Berikut beberapa point penting yang penulis catat selama mengikuti Lokakarya ini . Lokakarya yang dilaksanakan pada tangal 11 sd 15 Agustus 2014 di Toraja, Sulawesi selatan  ini menitik beratkan pada pentingnya credit union memberdayakan anggota. Selain memberikan pelayanan keuangan  yang berkualitas, CU juga bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas moral dan  spritual anggota-anggotanya. Setiap anggota harus dipandang sebagai pribadi secara holistik untuk membantunya memenuhi segala kebutuhannya mulai dari kebutuhan finansial sampai kepada kebutuhan sosialnya sebagai bagian dari masyarakat.

Lokakarya ini merumuskan definisi Community Development atau Pemberdayaan Komunitas sebagai sebuah proses penyadaran melalui pendidikan dan pelatihan, peningkatan kapasitas, dan pendampingan agar anggota mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri dan berkelanjutan. Metode Lokakarya Community Development yang disampaikan berupa  Teori, Diskusi Kelompok, Kunjungan ke kelompok usaha binaan CU Sauan Sibarrung di beberapa tempat, dan Sharing.

Survive dan Sustainable

Romo Fredy mengegaskan untuk bisa "survive dan sustainable" maka CU harus segera melakukan Pemberdayaan kepada anggota melalui pembentukan basis komunitas* melalui kelompok-kelompok usaha binaan*. Namun "segera" menurutnya jangan langsung disama artikan  dengan "membabi-buta" tanpa membentuk struktur dan sistem terlebih dahulu. rencana haruslah didukung dengan perencanaan strategis yang baik.


Kenapa Romo Fredy mengatakan "segera namun jangan membabi buta"  Romo Fredy yang juga Ketua Pengurus CU Sauan Sibarrung (CUSS) mengatakan demikian bukan tanpa alasan. Menurutnya pada awal diterapkan CUSS banyak menghadapi kendala, diantaranya belum adanya panduan standar dan divisi  khusus yang menangani bidang pemberdayaan. Peluang gagal tinggi jika dalam prosesnya kita mengabaikan perencanaan.  Perencanaan  yang dimaksud  harus dilakukan di Credit Union berupa Bussiness Plan (BP) yang dihadiri oleh unsur pengurus, pengawas, manajemen dan kelompok inti. Hasil dari BP ini menghasilkan rencana kerja yang berikutnya menjadi "map" dalam rangka mencapai target atau tujuan.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Anton Rantetana (Deputy Pemberdayaan CU SS) sampai dengan bulan Juli 2014 sudah terbentuk 226 kelompok binaan dengan beragam usaha diantaranya : Kelompok Tani padi sawah, Kelompok Tani Jagung, Kelompok Tani Sayur, Kelompok Ternak Babi, Kelompok Tenunan, dan CUMI. Total Pinjaman yang sudah dicairkan kepada kelompok-kelompok tersebut   sebanyak Rp 10.456.061.000. jumlah staf CUSS khusus pada divisi Pemberdayaan sebanyak 13 orang.

Hadir juga sebagai nara sumber yaitu Bapak Anton Pararak, beliau adalah Wakil Ketua CU SS. Beliau mengatakan

jika kita bisa memberi perlindung kepada anggota yang meninggal, kenapa kita tidak bisa memberi perlindungan kepada anggota yang masih  hidup?

Pertanyaan ini menurut penulis sangat menginspirasi. Perlindungan yang beliau maksud tentulah bukan seperti asuransi umumnya namun lebih kepada perlindungan usaha-usaha produktif anggota yang diterjemahkan kedalam bentuk produk-produk pinjaman.

Dari ke 13 CU yang hadir pada Lokakarya Community Development  tiga (3) diantaranya sudah mempraktekkan dan mempunyai program pemberdayaan kelompok binaan. CU tersebut adalah CU Sauan Sibarrung, Mekar Kasih, dan Kasih Sejahtera. Besar harapan Romo Fredy ilmu dari lokakarya ini dapat dipraktekkan oleh peserta diCUnya masing-masing.

"Tidak usah berambisi membuat banyak kelompok binaan, namun akhirnya gagal. Lebih baik buat 1 atau 2 terlebih dahulu namun berhasil dan sustainable"begitu wanti-wantinya.

Terakhir Romo Fredy menantang para aktivis untuk meninggalkan zona aman dan nyaman.Sudah saatnya kita berbuat untuk para anggota, jadilahThe Real Credit Union jangan mau jadi  Credit Union yang mirip Credit Union yang disambut riuh tepuk tangan para peserta.

Udara yang segar danpemandangan yang indah disekitar tempat kegiatan dan cuaca yang sejuk ditambah lagi dengan keramahan para aktivis CU Sauan Sibarrung membuat para peserta betah berlama-lama diTana Toraja. Banyak yang berharap suatu hari dapat kembali menginjakkan kaki kembali diTana Toraja.

Terima kasih BKCU Kalimantan, Terimakasih Romo Fredy, Terima kasih teman-teman aktivis CU Sauan sibarrung, terima kasih atas cinderamatanya dan hangatnya "seguer" yang disajikan, terima kasih juga kepada semua peserta. Semoga pelajaran yang kita peroleh di lokakarya Community Development ini dapat menjadi awal baru bagi gerakan Credit Union kita.

Share this Post:

Artikel Terkait: